Langsung ke konten utama

warga pongkalaero diusir dari tanah ulayatnya


Suasana diDesa Pongkalaero, Kec. Kabaena Selatan, Kab. Bombana, semakin memanas, ini diakibatkan adanya pengusiran warga yang lagi-lagi dilakukan oleh pihak aparat Brimob disertai dengan pembakaran tempat kerja untuk berkebun.
“Hari Senin 1 Maret pukul 09.30, kami pergi untuk berkebun, sesampainya disana, ternyata pihak PT. AHB (Anugrah Harisma Barakah) melalui aparat Brimob telah menggusur tempat kerja kami. dan menyuruh kami pulang dengan paksa.” kata Anjas pada Minggu 6 Maret 2011
“Kami tetap untuk bertahan tidak pulang, dengan alasan cuaca buruk dan mesin kapal kami rusak, akan tetapi pihak aparat Brimob melalui komandannya tetap memaksa kami untuk pulang dengan nada mengancam.” ketus Anjas

Ditempat yang sama, Jumhana, salah seorang warga , mengatakan bahwa “Waktu itu pukul 09. 00″ saya bersama-sama dengan warga yang lain kemalapulu (sebutan lokasi kebun), untuk berkebun, akan tetapi setelah sampai ternyata tempat kerja kami disana sudah rata dengan tanah atau dibakar oleh aparat Brimob sekitar 15 orang, yang ditempatkan untuk mengamankan kepentingan PT. AHB.”
Senin 01/03/2011, sekitar 80 orang Masyarakat Desa Pongkalaero, Kec. Kabaena Selatan, Kab. Bombana masuk kelahan mereka masing-masing untuk berkebun, melalui jalur laut yang ditempuh hampir satu setengah jam menuju kelokasi tersebut. akan tetapi sampai dikebun mereka masing-masing justru mereka mendapat perlakuan kasar dari aparat Brimob dengan menyuruh warga pulang dengan paksa. Desa Pongkalaero terletak didaerah paling ujung pulau kabaena dan terisolir (jaringan komunikasi belum tersedia dan akses jalan menuju kedesa tersebut rusak parah).
“Saya tadinya juga mau bertahan dilahan kami, karena cuaca buruk, tetapi pihak aparat Brimob tetap menyuruh kami pulang. terpaksa saya beserta lima orang lainnya mengambil inisiatif pulang melewati jalur darat, lama tempuhnya, jam 17.00″ dari lokasi sampai diperkampungan pukul 10.00″ malam. Melewati hutan belantara dan merayap disemak belukar yang tajam.” Ujar salah seorang warga, Amir.
Belum lagi perkataan oknum Polisi yang sangat menyakitkan, bahwa ” Kalau tanah ulayat sudah diambil alih pihak Pemerintah maka haknya atas tanah tersebut sudah tidak ada lagi.” seperti yang ditirukan oleh Amir
“Perbuatan para aparat Brimob itu sudah terlalu keji, karena sudah keterlaluan. “dan saya berjanji apabila diluar dugaan terjadi apa-apa, biar saya mati dan dikuburkan disana, apaun resikonya, karena tanah tersebut merupakan tanah hak ulayat milik nenek moyang kami, karena perbuatan Brimob tersebut sudah sangat menyakitkan.” kata Jumhana, dengan nada tersendat-sendat sambil menangis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

makalah tentang Ruang Terbuka Hijau dalam perencanaan kota

Ruang Terbuka Hijau Dalam Perencanaan Kota Penulis : Febry Aristian Jurusan Teknik Perencanaan wilayah dan kota Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar                                                                                                                                 Abstrak Kota merupakan tempat para warga melangsungkan berbagai aktivitasnya, sehingga pengembangannya mestinya diarahkan agar dapat memenuhi tuntutan kebutuhan fisik dan spiritual. Tapi banyak ditemukan suatu kota yang perencanaannya dilakukan secara kurang memadai, sehingga menjadi lesu. Dalam makalah ini membahas tentang peran RTH dalam perenca...

Panduan singkat bermain ZYNGA POKER Facebook

Dewasa ini beragam game ZYNGA Facebook sudah tak asing lagi bagi para facebookers. Seperti halnya ZYNGA TEXAS HOLDEM POKER yang sudah terkenal keberadaannya. Bahkan, banyak orang yang rela membuat banyak account fb, hanya untuk bermain ZYNGA POKER Facebook . Walaupun ZYNGA TEXAS HOLDEM POKER menggunakan CHIPS yang sebagai duit virtual / bohongan, tidak sedikit yang rela mengeluarkan duit asli untuk sekedar membeli chip virtual tersebut dengan bermacam-macam alasan.

ANTARA TATA GUNA LAHAN DAN TRANSPORTASI

Indonesia merupakan Negara yang luas, terdiri dari beribu pulau dengan jumlah penduduk yang besar. Semakin meningkatnya pertumbuhan jumlah dan kebutuhan penduduk, semakin meningkat pula kebutuhan tempat atau lahan untuk tempat kegiatan dan tentunya prasarana untuk menunjang dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa lingkungan identik dengan lahan. Sikap serta kebijaksanaan masyarakat terhadap lahan akan menentukan aktifitasnya. Aktifitas itulah yang akan meninggalkan bekas di atas lahan. Seiring dengan perkembangan waktu, transportasi dan pengunaan lahan menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan. Dalam konteks perencanaan, transportasi dan penggunaan lahan memiliki tujuan yang terarah dan spesifik. Di dalam sistem transportasi, tujuan perencanaan adalah menyediakan fasilitas untuk pergerakan penumpang dan barang dari satu tempat ke tempat lain atau dari berbagai pemanfaatan lahan. Sedangkan di dalam penggunaan lahan, tujuan dari per...